
|
Pendidikan
|
|
Written by diecoach
|
|
Tuesday, 17 February 2009 07:00 |
|
Menilai merupakan suatu proses untuk mengetahui karya, kegiatan sehingga dapat ditentukan hasil secara terukur untuk karya atau kegiatan tersebut. Dalam konteks ini, penulis memaparkan suatu model penilaian yang telah lama dipraktekkan di lembaga-lembaga pendidikan dan telah terbukti lebih efektif. Umumnya, model penilaian ini cenderung digunakan pada sekolah-sekolah yang menggunakan pendekatan pembelajaran secara aktif dan interaktif.
Saya teringat penilaian yang dilakukan semasa saya sekolah dahulu, pada umumnya jika kita sering hadir dan aktif (banyak bertanya dan sering mengemukakan komentar) tantunya akan berpeluang besar untuk mendapat nilai yang bagus. Namun, disisi lain terkadang peserta didik juga perlu dikomunikasikan tentang hal-hal yang akan dinilai (indikator penilaian) sebelumnya. Dengan demikian, seluruh peserta didik dapat bersaing untuk memperoleh nilai tertinggi dan terkesan lebih kompetitif. Dalam mata pelajaran olahraga/penjas atau sekarang dalam KTSP untuk SMA dikenal Penjasorkes, penilaian yang dilakukan semasa penulis sekolah dahulu terkesan sangat gampang dilakukan oleh guru. Guru hanya melakukan pengamatan tanpa memberitahukan dahulu apa saja indikator yang dinilai pada peserta didik. Bila penampilan peserta didik mampu membuat guru kagum, maka tentunya peserta didik tersebut akan mendapat nilai yang tinggi. Di lain sisi, peserta didik yang lain tentunya akan merasa terdiskriminasi dengan nilai yang diberikan oleh guru tersebut. Untuk menghindari hal tersebut, penulis melalui sharing pelatihan tentang metode pembelajaran interaktif diajarkan dan diberitahukan mengenai Penilaian Rubrik atau dikenal pula dengan istilah Penilaian Kriteria. Model penilaian ini sangat sederhana, sebelum memulai materi pembelajaran, siswa dan guru bermusyawarah secara bersama-sama untuk menentukan hal-hal yang akan dinilai sesuai dengan indikator dalam materi tersebut.
Terlepas dari istilah dan pemaknaan penjas di sekolah, saya mencontohkan dalam menilai materi keterampilan bolavoli. Indikator yang ingin dinilai setelah proses pembelajaran adalah kemampuan untuk melakukan servis dan passing bawah dalam bentuk penilaian tes performance. Dalam hal ini, guru dan siswa dapat menentukan kriteria-kriteria yang akan dinilai di dalam sebuah rubrik. Untuk itu, buatlah sebuah tabel yang terdiri dari Baris yang berisi indikator (servis dan Passing) dan Kolom yang berisi peringkat nilai (tinggi, sedang atau rendah). Pada kolom peringkat nilai dapat pula langsung di tulis nilai yang akan di peroleh. Setelah itu tentukan secara musyawarah tentang penampilan atau sikap servis yang baik. Misalnya, servis yang baik adalah bolanya cepat, masuk ke daerah yang sulit di capai oleh lawan, dan sikap pemain setelah servis langsung masuk ke lapangan untuk bersiap-siap terhadap kemungkinan serangan lawan. Untuk nilai sedang mungkin dapat diberikan jika peserta didik hanya dapat melakukan 1 atau 2 kriteria yang telah ditetapkan tersebut dan untuk nilai rendah bagi peserta didik yang tidak dapat melakukan salah satu dari criteria yang telah ditentukan tersebut. Begitu pula halnya dengan materi passing dalam permainan bola voli. Melalui model penilaian tersebut, pengorganisasian penilaian akan mudah dilaksanakan oleh guru. Hal tersebut dikarenakan peserta didik juga mengerti dan mengetahui tentang hal-hal yang akan dinilai. Dengan kata lain, yang berfungsi sebagai penilaian adalah semua orang yang terlibat dalam pembelajaran tidak hanya pada guru saja. Disamping itu, nilai-nilai kebersamaan, kejujuran, semangat bekerja keras, semangat berkompetitif akan lebih terlatih.
Tulisan ini sengaja saya ajukan dengan harapan adanya pengembangan pembelajaran di Negeri kita tercinta. Tidak hanya pembelajaran Penjasorkes semata namun, untuk semua bidang studi lainnya. Bagi rekan-rekan sejawat yang telah mengetahui hal ini, mohon dikomunikasikan kepada seluruh guru lain agar lahir berbagai inovasi model penilaian pembelajaran nantinya. Saya juga tidak mengharapkan agar model penilaian ini mutlak diikuti sepenuhnya, namun dapat dilakukan modifikasi dan inovasi baru, yang tentunya tidak keluar dari syarat-syarat penilaian yang baik. Akhirnya, hanya ucapan terima kasih tak terhingga kepada group ini dan kepada guru, tentor dan teman-teman sejawat yang telah memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada saya. Terima kasih juga kepada rekan-rekan guru dimanapun anda berada, teruskan perjuangan anda untuk memberantas kebodohan.
Tetap semangat……
|
|
Last Updated on Saturday, 24 October 2009 10:35 |
|
Hasil Test
|
|
Written by diecoach
|
|
Thursday, 18 December 2008 07:00 |
DAFTAR NILAI UJIAN AKHIR SEMESTER GANJIL PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN OLAHRAGA SISWA / SISWI SMA NEGERI 1 CIAMIS KELAS XII IPA / XII IPS TAHUN PELAJARAN 2008/2009
KELAS XII IPA
KELAS XII IPS
KELAS XI IPA
KELAS XI IPS |
|
Last Updated on Monday, 20 April 2009 02:53 |
|
Berita Smansacis
|
|
Written by diecoach
|
|
Saturday, 13 December 2008 07:00 |
PRATAMA BASKETBALL SMAN 1 CIAMIS
Di akhir Program Latihan Tahun 2008 atlit bola basket putri SMAN 1 Ciamis melakukan Tes Pengukuran VO2 Max dengan menggunakan Multistage Fitness Test yang sering disebut dengan Bleep Test yang dilaksanakan :
Hari Jumat Tanggal 12 Desember 2008 Tempat di Kampus SMAN 1 Ciamis
bertujuan untuk mengetahui kemampuan maximal VO2 Max dari hasil proses latihan selama program latihan 1 tahun. dari jumlah keseluruhan atlit adah 22 atlit, yang ikut melakukan tes pengukuran hanya 20 orang, 2 orang tidak mengikuti karena alasan kesehatan masih terganggu.
Hasil Pengukuran |
|
Last Updated on Monday, 20 April 2009 14:26 |

|
RULE OF GAME
|
|
Written by diecoach
|
|
Monday, 01 December 2008 07:00 |
|
PERUBAHAN PERATURAN PERMAINAN BOLA BASKET
( FIBA ) 2008
(Beijing, 26 April 2008)

Pertemuan FIBA Central Board, badan eksekutif tertinggi International Basketball Federation, di Beijing tanggal 26 April 2008 kemarin menghasilkan beberapa keputusan bersejarah berkaitan dengan peraturan pertandingan. Berdasarkan rekomendasi dari FIBA Technical Commission (sekelompok ahli yang menangani peraturan pertandingan), beberapa amandemen peraturan resmi pertandingan bola basket telah disetujui.
Rekomendasi tersebut berusaha untuk mempersatukan peraturan pertandingan yang sudah ada, sehingga di masa depan hanya akan ada satu peraturan untuk pertandingan bola basket di seluruh dunia. Di bawa ini adalah ringkasan perubahan peraturan-peraturan yang telah disetujui, termasuk juga amandemen bersejarah seperti perpanjangan garis three point (sejak 1984), dan perubahan bentuk area trapesium (sejak tahun 1950) menjadi persegi panjang. Semua perubahan yang disebutkan di bawah ini akan diberlakukan secara efektif mulai tanggal 1 Oktober 2008, setelah Olimpiade Beijing 2008
|
|
Last Updated on Tuesday, 04 August 2009 18:50 |

|
Pendidikan
|
|
Written by diecoach
|
|
Monday, 17 November 2008 07:00 |
|
Persaingan memang terjadi dalam kehidupan manusia di muka bumi ini, dan sesuai dengan Hukum Alam yang tetap lurus pada jalurnya, maka siapa yang kuat dialah yang menang. Jadi jangan biarkan kita menjadi orang yang lemah, yang akan cenderung menjadi pecundang dan orang yang merugi! Dalam era globalisasi, jangan sampai kita tergombalisasi! Namun persaingan harus beradab, beraturan dan terkendali, sebab bila terjadi persaingan bebas tanpa aturan dan kendali, maka persaingan akan cenderung berubah menjadi penindasan si Lemah oleh si Kuat, si Miskin oleh si Kaya dan seterusnya, yang akan berakibat berubahnya kebudayaan manusia menjadi kebiadaban. Beruntunglah kita mempunyai “Ketuhanan yang maha Esa” dan “Kemanusiaan yang adil dan beradab”, sehingga tidak terjadi persaingan bebas. Terlebih adanya Agama dalam kehidupan universal manusia pada umumnya menjadi landasan yang lebih luhur dari kebudayaan, dan Agama Islam pada khususnya telah dengan tegas meletakkan dasar perlindungan bagi si Lemah.
Surat Al-Baqarah ayat 267 mengemukakan: “Hai orang-orang beriman! Nafkahkanlah sebagian hasil usahamu yang baik…….jangan sengaja kamu berikan yang tidak baik, yang kamu sendiri tidak mau menerimanya!”. Surat Adz-Dzaariyat ayat 19 menyebutkan: “Dan dalam tumpukan hartanya terdapat bagian dari orang yang minta-minta dan orang miskin yang tak mempunyai apa-apa”. Memang “Allah yang melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendakiNya dan Dia pula yang membatasinya” (Surat Al-‘Ankabut ayat 62).
Namun demikian, batas antara siapa yang dilapangkan dan siapa yang dibatasi rezekinya tidaklah jelas, oleh karena di dunia ini masalah batas memang tidak pernah jelas! Contohnya: Tidak mudah untuk menentukan batas utara dan selatan, serta di mana gerangan batas antara timur dan barat? Oleh karena itu, masalah batas ini, khususnya batas antara yang diwajibkan, yang diizinkan dan yang dilarang Allah harus selalu dicari, dicermati, dipelajari dan dikaji secara teliti, agar jangan sampai kita tersesat ke dalam daerah yang dilarang Allah. Hal ini berarti bahwa, baik mereka yang dilapangkan maupun mereka yang dibatasi rezekinya, sesungguhnya mereka sedang diuji bagaimana tingkat ketaqwaan dan ketaatannya kepada Allah. Mereka yang lebih tinggi tingkat ketaqwaan dan ketaatannya, akan menempatkan dirinya sebagai orang yang dilapangkan rezekinya dan akan menafkahkan sebagian dari hasil usahanya yang baik; sebaliknya orang yang kurang tinggi tingkat ketaqwaan dan ketaatannya, akan menempatkan dirinya sebagai orang yang dibatasi rezekinya dan dengan sendirinya tidak akan menafkahkan sebagian dari hasil usahanya, bahkan akan menunggu diberi nafkah oleh orang lain.
Memang Allah yang melapangkan dan membatasi rezeki bagi siapa yang dikehendaki, akan tetapi lapang dan sempitnya rezeki seseorang juga berkaitan dengan kemampuan menggunakan otak dan ototnya, artinya sangat tergantung kepada kemauan dan kesungguhannya untuk berpikir dan berusaha! Berpikir tanpa berusaha (mewujudkan pemikirannya), tidak akan menghasilkan sesuatu, sebaliknya berusaha tanpa berpikir, tidak akan menghasilkan sesuatu yang berharga! Dalam perwujudannya, hasil usahanya akan tergantung kepada kemauan dan kemampuannya untuk berpikir dan kecerdikannya memanfaatkan kekuatan ototnya, serta ditentukan pula oleh daya tahannya. Orang yang mempunyai daya tahan yang tinggi adalah orang yang tangguh, artinya ialah orang itu mempunyai derajat sehat dinamis yang tinggi, yaitu orang itu tidak mudah lelah; dan orang-orang yang tidak mudah lelah mempunyai kemampuan bekerja yang lebih besar. Daya tahan, khususnya ketahanan dalam aspek jasmaniah (fisik), berhubungan dengan kemampuannya mengambil O2, dan O2 terdapat bebas di udara! Siapapun bebas mengisap O2 dari udara secara gratis sebanyak kemauan dan kemampuannya. Ingat, jangan sampai Anda mengisap O2 di Rumah Sakit, karena kalau mengisap O2 di Rumah Sakit, Anda harus bayar!
Sesungguhnya Allah maha adil terhadap hamba-hambanya! Akan tetapi kemauan untuk mengambil O2 yang banyak, belum tentu disertai dengan kemampuan yang sesuai untuk itu! Orang yang mampu mengambil O2 dari udara dalam jumlah yang lebih banyak, akan mempunyai daya tahan yang lebih besar! Lalu siapa yang menentukan besar kemampuan untuk mengambil O2 dari udara ini? Tidak ada orang lain yang menentukannya kecuali diri kita sendiri! Bagaimana kita dapat mempertinggi kemampuan mengambil O2 ini? Dengan melakukan Olahraga Kesehatan Sasaran III, yaitu Olahraga aerobik, yang merupakan Olahraga yang paling mudah dan paling murah, karena dapat dilakukan tanpa peralatan apapun. Olahraga Kesehatan aerobik bahkan akan lebih baik bila dilakukan tanpa mengenakan sepatu, karena sol sepatu yang dikaruniakan Allah kepada kita yaitu telapak kaki kita justru akan menjadi lebih tebal bila kita melakukan Olahraga aerobik (berjalan atau jogging) tanpa bersepatu! Hal yang sebaliknya akan terjadi pada sepatu yang kita beli dengan harga yang mahal sekalipun, yaitu telapak sepatu kita secara pasti akan terkikis! Inilah beda antara alat buatan manusia dengan alat buatan Tuhan, alat buatan manusia akan cepat rusak bila dipergunakan, sebaliknya alat buatan Tuhan justru lebih cepat rusak bila tidak dipergunakan.
Jadi, orang yang melakukan Olahraga Kesehatan sesungguhnya adalah orang yang sedang mensyukuri nikmat sehat karunia Allah, ia sedang memelihara dan/atau meningkatkan derajat sehat dinamisnya, dan dengan demikian ia menjadi orang yang tidak mudah lelah dan karena itu mempunyai kemampuan kerja yang lebih besar! Sebaliknya orang yang tidak memelihara derajat sehat dinamisnya, sesungguhnya ia sedang menganiaya dirinya sendiri karena ia sedang membuat dirinya termasuk golongan orang-orang yang lemah dan mudah lelah!
|
|
Last Updated on Saturday, 24 October 2009 10:35 |
|
Other Article
|
|
Written by diecoach
|
|
Sunday, 02 November 2008 07:00 |
|
Memasuki di bulan November tiap tahunnya para insan bolabasket di Kab. Ciamis baik para Pelatih dan Atlit lagi sibuk berlatih untuk mempersiapkan Kejuaraan Bola Basket Antar Pelajar se-Kab. Ciamis
tapi untuk tahun ini lain rasanya, setelah ada berita gk menentu dari para pengurus PERBASI Kab. Ciaimis, nyaris pelaksanaan Kejuaraan Bola Basket antar Pelajar di Kab. Ciamis tidak akan terlaksana atau mungkin "tidak akan dilaksanakan" ( hiks...., sedih bangeeeet...)
BACA SELENGKAPNYA |
|
Last Updated on Monday, 04 May 2009 20:49 |
|
|