You're Here : Home Sport and Health Cidera Olahraga
Saturday, 23 May 2009 01:20

Cidera Olahraga

Written by  Die Coach
Rate this item
(0 votes)
cidera cidera

Cedera olahraga adalah segala bentuk ruda paksa/trauma sebagai akibat berolahraga. Cedera olahraga terjadi karena ketidakmampuan jaringan (otot, persendian, tendon,  kulit) dan organ tubuh lainnya dalam menerima beban latihan pada saat berolahraga.

Faktor yang mempengaruhi cedera olahraga:

 

a.   Kondisi individu/perorangan

  1. Umur. Kemampuan fungsi tubuh akan menurun setelah usia 30 tahun sehingga lebih beresiko mengalami cedera.
  2. Jenis Kelamin.  Perempuan lebih rentan terhadap cedera dibandingkan laki-laki karena perbedaan struktur anatomi dan kemampuan fisiologi.
  3. Karakter.   Tipe kepribadian yang temperamental/emosional akan meningkatkan resiko terjadinya  cedera.
  4. Pengalaman.  Pemula cenderung lebih mudah mengalami cedera dibandingkan yang sudah berpengalaman.
  5. Pemanasan (Warming Up). Pemanasan yang kurang baik akan mempengaruhi kesiapan tubuh dalam menerima beban saat berolahraga.
  6. Kelainan postur.  Tubuh yang tidak sehat, kelelahan, dan berat badan berlebih akan memudahkan terjadinya cedera olahraga.

b.   Sarana olahraga

  • Peralatan yang bentuk dan ukurannya tidak sesuai dengan masing-masing individu akan memudahkan terjadinya cedera

c.    Karakteristik olahraga

  • Jenis olahraga akan mempengaruhi bagian tubuh yang rentan cedera, olah karena itu bila diperlukan dapat menggunakan pelindung tubuh sesuai kebutuhan

d.    Lingkungan fisik

  • Suhu dan kelembaban udara yang ekstrem mempengaruhi tubuh saat berolahraga

Bentuk cedera olahraga yang sering terjadi, yaitu:

  1. Strain. Merupakan kerusakan yang terjadi pada saat otot dan atau tendon karena penggunaan atau peregangan yang berlebihan.
  2. Sprain. Sprain merupakan kerusakan yang terjadi pada ligamen karena peregangan yang berlebihan. Sprain derajat ringan biasa disebut keseleo.
  3. Contusio (benturan).  Merupakan kerusakan yang terjadi pada jaringan lunak karena benturan langsung pada otot atau ligamen. Bila disertai dengan perdarahan disebut hematom (memar).
  4. Dislocation. Merupakan pergeseran letak sendi dari tempat yang seharusnya disertai dengan kerusakan kapsul sendi dan ligamen yang mengelilinginya.
  5. Frakture / patah tulang. Merupakan terputusnya kontinuitas tulang dan atau tulang rawan baik komplit maupun tidak komplit.
  6. Muscle Cramp (kram otot). Merupakan kelainan pada otot akibat gangguan sirkulasi darah.
  7. Heat exhaustion (sengatan panas). Merupakan kelelahan akibat sengatan panas. Bila tidak segera ditangani dapat menimbulkan gangguan pembuluh darah otak (heat stroke).
  8. Luka. Merupakan hilangnya / diskontinuitas jaringan yang menyebabkan terpaparnya jaringan dengan dunia luar, misalnya laserasi, maserasi, ekskoriasi (lecet).
Last modified on Saturday, 27 August 2011 15:23
Login
Sign In or Register
Avatar
Not Registered Yet?

Join Now! It's FREE. Get full access and benefit from this site

Reset My password - Remind Me My username

Username
Password
Remember Me
Follow Us
Follow Us